Spirit 212 terus menggema. Hadirilah Khataman Al Quran, Maulid Akbar, Shalat Ashar Berjamaah di Masjid At Taubah dan Gedung Al Washiyyah Foundation. 3 Januari 2017. Bersama KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). KH. Ma'ruf Amin. Syeikh Muhammad Jaber. Dr. KH. Mohamad Hidayat MBA MH
Versi CetakVersi Cetak
Menyingkap Rahasia 10 Hari Awal Zulhijjah

Pada 10 hari pertama di bulan Zulhijjah merupakan hari-hari terakhir yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Di bulan Zulhijjah ini, Allah meletakkan beberapa syariat-Nya yang puncaknya adalah ibadah haji dan umroh.

Perlu kita ketahui, bahwa mulai tanggal 1 Zulhijjah sampai puncaknya tanggal 10, kita sangat dianjurkan melakukan amal-amal ibadah.  Kita juga dianjurkan untuk puasa Tarwiyah pada hari 8, hari dimana Nabi Ibrahim AS bermimpi untuk diuji oleh Allah SWT menyembelih putranya Ismail AS. Di saat itu, di Makkah, jamaah haji mulai meninggalkan maktab-maktab mereka menuju ke Arofah. Kemudian tanggal 9 yang merupakan hari yang sangat agung, Allah SWT memanggil semua ciptaan-Nya untuk melihat Padang Arafah. Ada apakah disana? Semua jamaah haji berkumpul untuk wukuf di Padang Arafah.

Wukuf di padang Arafah ini tepatnya dilakukan diatas bukit yang bernama Jabal Rahmah. Berada dibagian timur dari padang Arafah di Kota Makkah. Jabal berati sebuah bukit atau gunung, sementara Rahmah berarti kasih sayang. Sesuai dengan namanya, bukit ini diyakini sebagai tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa ketika diturunkan di Bumi.

Hari itu semua jamaah haji diampuni dosanya oleh Allah SWT di Padang arafah, dan itulah puncak ibadah haji. Oleh karenanya, dijelaskan dalam riwayat hadis, bahwa siapa yang wukuf di Arafah, dosa-dosanya diampuni Allah. Ia dijamin bersih dan suci laksana bayi yang baru dilahirkan ke alam dunia. Inilah janji Allah dan janji ini pula yang membuat setiap muslim merindukan Arafah.

Pertanyaanya, beruntung sekali bagi mereka yang berhaji dan berumroh? Apakah yang tidak berhaji dan berumroh itu mendapatkannya. Dengan cara apa? Caranya dengan menunaikan puasa Arafah.  Puasa satu hari di tanggal Arafah disaat mereka wukuf, pada 9 Zulhijjah, maka puasa sunnah satu hari Arafah itu menggugurkan dosa-dosa seseorang selama dua tahun. Setahun yang lalu dosa kita dihapus, dan setahun di depan sudah dihapus terlebih dahulu.

Nabi SAW menganjurkan, hendaklah berpuasa bagi mereka yang tidak berada di Padang Arafah. supaya mendapatkan bagian dari ampunan Allah SWT.  Sedangkan untuk puasa Tarwiyah sunnahnya bisa, bahkan ulama banyak yang tidak menganjurkannya. Sebagaimana Nabi pernah mengatakan, bahwa seandainya saya masih ada umur ditahun depan, maka saya akan melakukan puasa Tarwiyah. Namun, Rasulullah sudah wafat, belum sempat berpuasa tarwiyah.

Sementara itu, pada tanggal 9 zulhijjah itu merupakan puasa sunnah Muaqadah, yang nilainya paling tinggi selama bulan Zulihijjah yaitu puasa Arafah.  Allah mengatakan, kalau ada yang mengikuti malamnya mengagungkan namaKu, maka hatinya tidak akan mati. Perasaaanya tidak akan merasa sukar, disaat orang lain mengalami kesukaran. Yaitu malam takbir Idul Adha.

Umat Islam punya beberapa hari raya, tapi hari raya yang paling tinggi derajatnya adalah hari raya Idul Adha. Pada hari itu, Rasulullah SAW menyuruh para gadis bahkan mereka yang sedang haid, untuk keluar merayakan hari raya Idul Adha. Mereka duduk mendengarkan Khutbah ketika muslimin dan muslimah yang hadir untuk mendapatkan rahmat maghfirah akan mendapatkannya.

-------

Intisari Kajian Rutin Lepas Kerja, Taklim Muslimah Al Washiyyah (TAMASYA) bersama Dr. KH. Mohamad Hidayat MBA MH (Pengasuh Ponpes Tahfidz alQuran alWashiyyah), Kamis 08 September 2016. Kajian Kitab Al Adaabul Islamiyah bertema Menyingkap Rahasia 10 Hari Awal Zulhijjah

Diposting oleh Husnie
Kamis, 08 September 2016 21:09:03

Rubrik : Dakwah/Ta'lim Rutin - dibaca : 228 Kali